PALEMBANG — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Hj. Mondyaboni, SE, S.Kom., M.Si., M.Pd., meminta para juara FLS3N tingkat provinsi agar langsung mempersiapkan diri untuk bersaing di tingkat nasional. Permintaan itu ia sampaikan saat menutup rangkaian FLS3N di SMA Negeri Sumatera Selatan, Jumat (24/7/2026).
Mondyaboni berharap guru pendamping dan kepala sekolah terus memberikan pembinaan agar peserta mampu menampilkan performa terbaik pada Grand Final FLS3N nasional. “Saya yakin talenta seni pelajar Sumatera Selatan sangat potensial bersaing,” ujarnya.
Ia mencontohkan penampilan seorang peserta yang memukau saat memainkan gitar yang baru pertama kali digunakannya. Menurut Mondyaboni, momen itu membuktikan bahwa bakat lokal Sumsel layak diperhitungkan di panggung nasional.
Dalam sambutannya, Mondyaboni menegaskan bahwa FLS3N bukan sekadar ajang lomba. “Tujuan utama bukan pulang membawa trofi atau piala. Yang jauh lebih penting adalah pengalaman, persahabatan, dan jaringan pertemanan,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya lokal Sumatera Selatan. Sebanyak empat lokasi digunakan: SMA Negeri Sumatera Selatan, SMK Negeri 3 Palembang, SMA Negeri 1 Palembang, dan SMA Negeri 5 Palembang.
Mondyaboni mengapresiasi panitia, dewan juri, guru pendamping, kepala sekolah, serta semua pihak yang mendukung suksesnya FLS3N. Kepada peserta yang belum berhasil menjadi juara, ia meminta agar tidak berkecil hati karena masih banyak kesempatan mengembangkan kemampuan.
Sementara itu, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Sumsel Basuni, S.Pd., M.M., M.Pd., mengucapkan terima kasih kepada SMA Negeri Sumatera Selatan selaku tuan rumah, dewan juri, dan media yang membantu publikasi. Ia menambahkan bahwa masukan dari berbagai pihak akan dievaluasi agar penyelenggaraan tahun depan lebih baik.
“FLS3N tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran, pengembangan karakter, kreativitas, dan persahabatan,” ujar Basuni.