LUBUKLINGGAU — Kepala Bulog Lubuklinggau Mukhlis Affandi memastikan cadangan beras untuk tiga wilayah kerja lembaga itu tidak mengalami kendala hingga akhir tahun. Sebagian stok memang masih berada di Kanwil, namun pasokan untuk Lubuklinggau, Musi Rawas, dan Muratara dinyatakan aman.
Mukhlis menyampaikan hal itu pada Kamis (24/9/2026). Ia menyebut stok beras Sumatera Selatan secara keseluruhan cukup untuk 10 bulan ke depan.
Untuk penyaluran rutin, stok beras di tiga wilayah tersebut rata-rata bisa bertahan hingga tiga bulan ke depan. Penyaluran beras SPHP paling banyak menyasar Lubuklinggau, disusul Musi Rawas, lalu Muratara.
Sementara untuk bantuan pangan, penyaluran terbesar selama Juli sampai September berada di Kabupaten Musi Rawas dengan volume 2.100 ton.
Musim kemarau yang berlangsung saat ini tidak berdampak terhadap hasil panen petani di Kabupaten Musi Rawas. Mukhlis menjelaskan masa kemarau sekarang masuk periode selang tanam, bukan masa panen.
“Sebenarnya dengan irigasi yang ada di Musi Rawas, alhamdulillah insya Allah kalau hujan ini masih berjalan, insya Allah kita di bulan November, Desember bakal ada panen besar lagi yang bisa kita optimalkan penyerapan,” jelas Mukhlis.
Ia menambahkan penyerapan pada September tahun lalu juga minim karena bertepatan dengan masa selang dan masa tanam. Panen raya baru berlangsung antara November dan Desember.
Bulog Lubuklinggau berharap tidak ada gagal panen di masyarakat jika hujan terus berjalan. Mukhlis menargetkan penyerapan gabah menembus 3.000 ton pada Desember nanti.
“Jadi harapan untuk di bulan Desember nanti tembus 3.000 ton untuk di akhir tahun ini,” pungkasnya.