SUMATERA SELATAN — Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Jumat (25/9/2026) pukul 11.27 WIT dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 82 detik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status gunung di Level II (Waspada) dan melarang aktivitas dalam radius 2 kilometer serta perluasan sektoral 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah utara. Dalam sepekan terakhir, gunung ini tercatat 26 kali erupsi.
Sepanjang 25 September 2026 pukul 00.00-23.59 WIT, pengamatan kegempaan MAGMA Indonesia mencatat 72 kali gempa letusan dengan amplitudo 15-28 milimeter dan durasi 31-97 detik. Selain itu terdeteksi 1 kali gempa hembusan beramplitudo 6 milimeter selama 34 detik, serta 21 kali gempa harmonik dengan amplitudo 2-15 milimeter dan durasi 25-125 detik.
Visual letusan pada erupsi siang itu tidak teramati. Meski begitu, getaran erupsi terekam jelas di seismograf. Data ini jadi acuan PVMBG untuk menilai tingkat aktivitas gunung yang berada di Kabupaten Halmahera Barat tersebut.
PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ibu, termasuk pengunjung dan wisatawan, untuk tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah. Larangan diperluas secara sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif.
Bagi wisatawan yang tengah merencanakan perjalanan ke kawasan Halmahera Barat, imbauan ini bersifat mengikat. Rute pendakian atau titik pandang yang masuk zona terlarang sebaiknya dihindari sampai status gunung diturunkan.
MAGMA Indonesia merekam 4.775 letusan gunung api di seluruh Indonesia sepanjang 2026. Gunung Semeru di Jawa Timur memimpin dengan 1.848 letusan, disusul Gunung Ibu yang tercatat 1.580 kali erupsi.
Frekuensi tinggi ini menempatkan Gunung Ibu sebagai salah satu gunung paling aktif di Indonesia tahun ini. Aktivitasnya yang nyaris harian membuat pemantauan seismik berjalan terus-menerus.
Warga yang tinggal di lereng Gunung Ibu perlu menyesuaikan rutinitas, terutama yang berkebun atau beraktivitas di area mendekati kawah. Masker dan pelindung pernapasan layak disiapkan meski visual letusan tidak selalu teramati.
Hingga informasi terbaru diterbitkan, status Level II (Waspada) masih berlaku. Perkembangan aktivitas gunung dapat dipantau melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau kanal resmi PVMBG.
Durasi ideal untuk memantau perkembangan sebelum berkunjung ke kawasan ini adalah 1-2 hari sambil memastikan status terbaru dari otoritas vulkanologi. Jika aktivitas meningkat, menunda perjalanan jadi pilihan paling aman.