SUMATERA SELATAN — Kapten Timnas Belanda Virgil van Dijk membantah keras tuduhan media Belanda yang menyebutnya menyabotase taktik Ronald Koeman di Piala Dunia 2026. Kekesalan bek Liverpool itu meledak dalam konferensi pers jelang laga Nations League melawan Jerman, yang berakhir imbang 1-1.
Van Dijk menuding sejumlah laporan media sebagai "omong kosong belaka" terkait klaim bahwa dirinya yang meminta Belanda beralih ke formasi lima bek di turnamen Amerika Utara tersebut. Ia menyebut tuduhan itu tidak berdasar sama sekali.
Pemicu kemarahan Van Dijk adalah pernyataan seorang jurnalis Belanda yang menyebut perubahan taktik ke lima bek merupakan idenya. Menurut Van Dijk, narasi itu sengaja dibangun untuk membuatnya tampak bersalah atas kegagalan Oranje.
"Salah satu kolega Anda juga mengatakan, tentu saja, bahwa ide bermain dengan lima bek datang dari saya," kata Van Dijk menirukan pertanyaan jurnalis tersebut.
"Itu omong kosong belaka. Faktanya kami memang gagal di Piala Dunia. Itu fakta kerasnya," lanjutnya.
Ia menegaskan skema lima bek adalah keputusan staf pelatih, bukan inisiatif pribadinya. Rencana itu, menurutnya, berjalan efektif hampir sepanjang laga melawan Maroko sebelum akhirnya runtuh di menit akhir.
Belanda tersingkir di babak 32 besar lewat adu penalti melawan Maroko, yang kemudian melaju hingga perempat final. Tim asuhan Koeman sempat unggul lewat gol Cody Gakpo di menit 72, sebelum kebobolan gol penyama kedudukan pada menit 91.
Statistik laga itu memperlihatkan dominasi Maroko. Belanda hanya mencatat 371 umpan berbanding 879 milik lawan, dengan expected goals (xG) 0,24 berbanding 1,38. Tiga eksekutor penalti Belanda gagal menaklukkan kiper Maroko, Bono.
Di fase grup, Belanda mengumpulkan tujuh poin dari tiga laga Grup F. Van Dijk sempat mempertimbangkan pensiun dari tim nasional setelah kegagalan tersebut, sebelum pelatih baru Xavi Hernandez meyakinkannya untuk bertahan.
Van Dijk mengaku keputusan melanjutkan karier internasionalnya terjadi cepat saat bertemu Xavi. Pelatih asal Spanyol itu dinilainya mampu memberikan kepercayaan dan penghargaan yang ia butuhkan.
"Setelah 10 detik [bertemu Xavi], sudah jelas saya akan melanjutkan. Apa yang dia katakan? Bahwa saya adalah Virgil van Dijk," ujarnya.
"Ini soal kepercayaan, penghargaan, seberapa penting Anda bagi tim. Secara fisik tidak ada keraguan, tapi Anda juga ingin merasakan apresiasi dan kesenangan," tambah bek berusia 35 tahun itu.
Meski mengkritik keras sebagian media, Van Dijk menegaskan hubungannya dengan mayoritas jurnalis tidak bermasalah. Ia mengaku hanya bereaksi ketika narasi yang beredar dinilainya menyimpang dari fakta.
"Terkadang sesuatu perlu dikatakan, kan? Kalau tidak, Anda hanya mendengarkan semua keluhan itu. Dengan sebagian besar media, saya tidak punya masalah. Tidak pernah," katanya.
"Ketika omong kosong disebarkan ke publik, bagaimana lagi saya harus menghadapinya?" tegasnya.
Van Dijk juga mengakui dirinya butuh liburan setelah turnamen di Amerika Utara tersebut. Belanda selanjutnya menghadapi Serbia di ajang Nations League tanpa Brian Brobbey, dengan satu pemanggilan pemain yang belum diumumkan.