Sebanyak enam penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Sumatera Selatan, mengalami penundaan akibat kabut asap yang menurunkan jarak pandang hingga 700 meter. Humas Bandara SMB II Nidia Besthonie menyatakan jarak pandang sempat berada di bawah batas minimum operasional sehingga sejumlah jadwal penerbangan harus disesuaikan. Satu pesawat Super Air Jet rute Jakarta-Palembang bahkan berstatus Return to Base atau kembali ke bandara keberangkatan.
PALEMBANG — Tiga penerbangan keberangkatan dari Bandara SMB II Palembang tercatat terdampak kabut asap. Super Air Jet IU 923 rute Palembang-Jakarta dengan jadwal pukul 10.20 WIB, Garuda Indonesia GA 109 rute Palembang-Jakarta pukul 12.20 WIB, dan Super Air Jet IU 879 rute Palembang-Jakarta pukul 12.30 WIB masuk daftar penundaan.
Dari sisi kedatangan, tiga penerbangan juga mengalami hal serupa. Super Air Jet IU 922 rute Jakarta-Palembang yang dijadwalkan tiba pukul 09.40 WIB, Garuda Indonesia GA 104 rute Jakarta-Palembang pukul 11.35 WIB, serta Super Air Jet IU 878 rute Jakarta-Palembang pukul 11.50 WIB turut terdampak.
Penerbangan Super Air Jet IU 922 mengalami perubahan estimasi waktu kedatangan menjadi pukul 09.57 WIB dan berstatus Return to Base (RTB). Status RTB berarti pesawat kembali ke bandara keberangkatan.
"Pesawat IU 922 kembali ke Jakarta setelah tidak dapat melanjutkan pendaratan di Bandara SMB II Palembang akibat jarak pandang yang berada di bawah batas minimum operasional," ujar Nidia Besthonie di Palembang, Jumat.
Kabut asap mulai terlihat lebih tebal sekitar pukul 09.00 WIB di sejumlah kawasan Kota Palembang. Kawasan Kenten, Veteran, Jalan Sudirman, kawasan Merdeka, hingga Ampera Palembang tertutup kabut asap.
Kondisi serupa terlihat di sekitar Masjid Agung Palembang hingga sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Sejumlah objek dari kejauhan tampak lebih samar akibat tertutup kabut asap.
Nidia memastikan kondisi jarak pandang saat ini sudah aman untuk operasional penerbangan. "Untuk saat ini, kondisi jarak pandang sudah aman untuk operasional penerbangan," ujar dia.
Kabut asap di Kota Palembang terjadi bersamaan dengan tingginya konsentrasi partikulat udara PM2.5. Berdasarkan data kualitas udara IQAir pada pukul 11.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Kota Palembang tercatat mencapai 515 mikrogram per meter kubik dan berada pada kategori berbahaya.
Angka tersebut jauh di atas ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Warga Palembang yang hendak beraktivitas di luar ruangan disarankan memantau kondisi udara dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikulat.
Pihak Bandara SMB II Palembang belum merilis jadwal lanjutan penyesuaian penerbangan jika kabut asap kembali menebal. Penumpang diimbau memantau informasi resmi dari maskapai masing-masing sebelum bertolak ke bandara.