PALEMBANG — Titik pemantauan GP Plm mencatat lonjakan AQI dari 965 pada pukul 01.00 WIB menjadi 1.120 satu jam berselang. Angka itu menempatkan kualitas udara Palembang pada kategori sangat buruk, jauh di atas ambang batas aman yang biasa dirujuk sejumlah lembaga lingkungan.
Pantauan sekitar pukul 05.00 WIB memperlihatkan kondisi belum membaik. Sukarami masih berada di angka 545, GP Plm 995, Musi 2 Palembang 756, dan Demang 539.
Kabut asap yang menyelimuti kota sejak dini hari membuat jarak pandang di sejumlah ruas jalan sangat terbatas. Warga yang hendak beraktivitas pagi melaporkan kesulitan melihat kendaraan dari jarak jauh.
Sejumlah warga mengeluhkan dampak langsung kabut asap terhadap kesehatan. Keluhan sesak napas dan sulit tidur disebut dirasakan sebagian warga ketika asap semakin tebal, terutama pada dini hari.
Kelompok rentan menjadi perhatian utama. Anak-anak dan lanjut usia berisiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan saat terpapar udara dengan AQI di atas 500.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan menyikapi kondisi udara yang memburuk. Langkah yang dianjurkan antara lain mengurangi aktivitas di luar rumah saat kualitas udara sedang buruk.
Warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan disarankan memakai masker. Upaya itu untuk menekan risiko paparan partikel asap yang bisa memicu gangguan saluran pernapasan.
Belum ada keterangan resmi dari pemerintah kota maupun instansi lingkungan mengenai penyebab pasti kabut asap dan langkah penanganan lanjutan. Pantauan kualitas udara diharapkan terus diperbarui seiring perubahan kondisi di lapangan.