PALEMBANG — Musyawarah Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia Sumatera Selatan resmi menetapkan Drs Sidi Darlis sebagai Ketua Umum Pengprov IPSI Sumsel periode 2026-2030. Penetapan berlangsung di Asrama Haji, Jalan Letjen Harun Sohar, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Sabtu (21/9/2026).
Kegiatan dibuka Wakil Ketua Umum PB IPSI, Prof Dr Ir Dwi Soetjipto MM. Turut hadir Gubernur Sumsel yang diwakili Kabid PPO Dispora Sumsel Heru Arlando SPd MM, Sekretaris KONI Provinsi Sumsel Tubagus Sulaiman, dan Ketua Umum IPSI Sumsel periode 2022-2026 Ir H Eddy Santana Putra MT.
Proses pemilihan ketua umum berjalan hingga Darlis ditetapkan sebagai calon tunggal. Dalam verifikasi persyaratan, hanya satu nama yang dinyatakan melengkapi seluruh dokumen sebagai calon.
Dwi Soetjipto menyebut sosok tersebut telah berpengalaman dan pernah menjabat Sekretaris Umum IPSI Sumsel selama beberapa periode. Sidang pemilihan dipimpin Anton Nurdin, lalu menetapkan Darlis setelah memperoleh dukungan seluruh peserta Musprov.
"Selamat atas terpilihnya Darlis sebagai Ketum Pengprov IPSI Sumsel periode 2026–2030. Selain itu saya juga ucapkan selamat kepada pimpinan sidang yang telah memimpin sidang begitu tegas, sehingga menghasilkan keputusan-keputusan yang berjalan lancar dan tidak bertele-tele," kata Soetjipto.
Waketum PB IPSI menekankan tiga visi yang menjadi perhatian Pengprov maupun Pengcab sesuai arahan Ketua Umum PB IPSI Sugiono. Pertama, membawa pencak silat menuju Road to Olympic. Kedua, menjadikan pencak silat sebagai mata pelajaran wajib di sekolah. Ketiga, mendorong pencak silat mendukung sektor pariwisata daerah.
Menurut Soetjipto, pelaksanaan tiga visi itu membutuhkan berbagai program dan kegiatan di tingkat pusat maupun daerah. Program tersebut diharapkan membuka peluang bagi generasi muda menjadi guru pencak silat di sekolah maupun pelatih, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Dengan tiga visi tersebut tentunya membutuhkan banyak kegiatan atau program yang dilaksanakan baik oleh IPSI pusat maupun daerah. Dalam hal ini akan mendorong anak-anak muda menjadi guru di sekolah dan menjadi pelatih baik dalam negeri maupun internasional," ujarnya.
Soetjipto berharap kepengurusan IPSI Sumsel ke depan semakin solid, utuh, dan kompak. Ia mendorong agenda organisasi seperti Rapat Kerja Daerah dapat dilaksanakan rutin setiap tahun.
"Semoga ke depan IPSI Sumsel semakin solid, semakin utuh kepengurusan yang akan datang, semakin kompak dan juga, seperti yang tadi disampaikan, Rakerda bisa dilaksanakan tiap tahun sekali," harapnya.
Ketua terpilih Darlis menegaskan komitmen menjalankan amanah organisasi dengan mengedepankan kebersamaan. Penguatan organisasi, konsolidasi, serta pembinaan atlet berkelanjutan menjadi bagian penting kepengurusan 2026-2030.
"Visi kita ke depan adalah mewujudkan IPSI Sumsel yang solid, profesional, berintegritas, berprestasi dan berdaya saing. Selain itu, kita ingin menjadikan pencak silat sebagai olahraga prestasi sekaligus warisan budaya yang terus berkembang dan membanggakan di tingkat nasional maupun internasional," ungkap Darlis.
Ia menilai membangun organisasi solid tidak bisa dilakukan sendiri. Keterlibatan seluruh jajaran IPSI Sumsel, pengurus kabupaten/kota, serta perguruan pencak silat dinilai penting dalam menjalankan roda organisasi.
"Oleh karena itu, kita memiliki tugas bersama untuk membangun organisasi IPSI Sumsel yang solid, tertib, transparan dan profesional. Tentunya harus mampu bekerja sama secara sinergis dengan seluruh pengurus kabupaten/kota dan perguruan pencak silat," terangnya.
Darlis menempatkan pembinaan atlet sebagai salah satu prioritas kepemimpinannya. Sistem pembinaan akan diarahkan terencana, berjenjang, dan berkelanjutan mulai tingkat junior hingga senior.
Aspek yang diperhatikan mencakup teknik, fisik, mental, karakter, sportivitas, dan prestasi. Darlis juga menyatakan akan melanjutkan amanah kepemimpinan sebelumnya.
"Untuk mewujudkan visi IPSI Sumsel ke depan, kita harus kompak dan kita lanjutkan apa yang menjadi amanah dari Ketum sebelumnya, Eddy Santana Putra. Insya Allah amanah ini bukan amanah saya pribadi, tetapi amanah kita bersama-sama," tutup Darlis.