PALEMBANG — Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan dua helikopter water bombing tambahan itu didatangkan untuk mendukung operasi pemadaman dari udara. Satu unit sudah dinyatakan siap operasi, sedangkan satu unit lainnya masih menjalani verifikasi.
"Iya ada tambahan dua helikopter WB lagi untuk Sumsel. Jadi ada tujuh helikopter WB di antaranya yang ready, satu lagi masih verifikasi," kata Sudirman di Palembang.
Komposisi Armada Udara: 8 Helikopter Water Bombing dan 2 Patroli
Dari total 10 unit armada udara yang akan beroperasi, delapan helikopter dialokasikan untuk water bombing. Dua armada lainnya difungsikan khusus untuk patroli udara guna memantau kemunculan titik api.
Penguatan armada udara dinilai penting karena tidak seluruh titik kebakaran bisa dijangkau personel lewat jalur darat. Helikopter dipakai untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses sekaligus mempercepat pemadaman api.
Musim Hujan Baru Merata November, Waspada Masih Diperpanjang
Sudirman menyebut kondisi kering masih perlu diwaspadai sebelum Sumsel memasuki periode musim hujan. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan mulai masuk ke Sumsel pada akhir Oktober.
"BMKG memprediksi musim hujan mulai masuk ke Sumsel pada akhir Oktober. Namun, hujan diperkirakan baru merata di seluruh wilayah Sumsel pada bulan berikutnya," kata dia.
Armada udara tersebut akan tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya kebakaran selama musim kemarau. BPBD Sumsel menempatkan helikopter water bombing sebagai bagian dari strategi penanganan darurat karhutla yang melibatkan operasi darat dan udara secara bersamaan.