Asus merayakan dua dekade divisi gaming ROG di ajang Computex 2025 dengan sederet perangkat premium bernuansa hitam-emas. Salah satu yang paling mencolok adalah ROG Harpe II Extreme Edition 20. Mouse ini mengusung "Authentic 24K gold-plated detailing" pada bodi transparan hitam. Kombinasi emas di balik lapisan gelap terlihat seperti komponen kardus di dalamnya — itu ciri khas desain yang sengaja dibuat kontras.
Mouse ini bukan sekadar cantik. Di dalamnya, Asus menyematkan sensor optik 65.000 DPI dan polling rate maksimal 8.000 Hz — baik dalam mode kabel maupun nirkabel. Angka itu jauh melampaui Razer Viper V4 Pro yang "hanya" 50.000 DPI, dan jelas berlebihan untuk kebutuhan 99 persen pemain game.
Bobotnya menjadi sorotan. Di angka 82 gram, Harpe II Extreme Edition 20 terasa lebih berat 34 gram dibanding versi dasarnya, Harpe II Ace yang cuma 48 gram. Dugaan awal: lapisan emas dan komponen internal berlapis logam mulia itulah yang menambah beban. Asus mengklaim bentuk mouse ini dikembangkan bersama atlet esports profesional.
Hingga berita ini ditulis, Asus belum merilis harga resmi. Namun akun PCMR di platform X menyebarkan angka $260 (sekitar Rp 4,16 juta) dengan klaim ketersediaan mulai 2 Juni 2025. Sebagai perbandingan, Razer Viper V4 Pro yang jadi primadona mouse gaming saat ini dibanderol $159 — nyaris $100 lebih murah.
Dengan harga segitu, Harpe II Extreme Edition 20 bukan untuk pemain yang sekadar ingin meningkatkan performa. "Ini lebih ke barang koleksi," tulis pengamat di forum teknologi. Paket penjualannya sudah dirancang mewah: kotak pajang, stiker, kabel, konektor, dan gantungan kunci. Cocok untuk dipajang, bukan untuk dipukul-pukul saat kalah ranked.
Bersamaan dengan mouse, Asus juga memperkenalkan ROG Azoth Extreme Edition 20 — keyboard gaming dengan tema warna dan material yang sama. Sayangnya, detail spesifik keyboard ini belum banyak diungkap, termasuk banderolnya. Namun mengingat posisinya sebagai barang edisi ulang tahun, harganya dipastikan tidak akan ramah di kantong.
Jujur saja: untuk kebutuhan harian, mouse ini overkill. Polling rate 8.000 Hz menguras baterai lebih cepat tanpa peningkatan performa yang kasatmata di mata kebanyakan pemain. Apalagi dengan bobot 82 gram yang tergolong berat untuk standar mouse kompetitif modern. Tapi sebagai barang koleksi dan simbol status, ROG Harpe II Extreme Edition 20 adalah pernyataan bahwa gamer serius juga bisa punya perangkat seindah perhiasan.
Asus belum mengonfirmasi ketersediaan di Indonesia. Namun jika harga global sudah tembus Rp 4 jutaan, siapkan tabungan ekstra kalau benar-benar kepincut.