PRABUMULIH — Kobaran api akibat kebocoran pipa gas alam di pemukiman padat penduduk berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari 15 menit. Api pertama kali terlihat sekitar pukul 17.45 WIB dan padam pada pukul 17.50 WIB setelah warga sekitar melakukan pemadaman awal secara sigap.
Tim teknis Petro Prabu tiba di lokasi lima menit kemudian untuk memeriksa titik kebocoran dan menghentikan sementara aliran gas. Unit Pemadam Kebakaran Kota Prabumulih turut melakukan pendinginan pada pukul 18.00 WIB untuk memastikan tidak ada potensi api yang tersisa.
Polisi Pasang Garis Polisi, Selidiki Penyebab Kebocoran
Laporan warga melalui Call Center Polri 110 langsung direspons personel Polres Prabumulih. Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., mengerahkan personel Samapta, piket fungsi, dan Polsek Prabumulih Timur untuk mengamankan lokasi.
Petugas memasang police line di area yang berpotensi membahayakan agar masyarakat tidak mendekat. Pengumpulan bahan keterangan dilakukan terhadap saksi-saksi, termasuk penghuni rumah kontrakan berinisial AS (57), untuk mengungkap penyebab pasti kebocoran pipa.
Keselamatan Warga Jadi Prioritas Utama
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa respons cepat ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat.
"Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat, profesional, dan transparan. Personel di lapangan telah mengamankan lokasi untuk mengantisipasi risiko lanjutan, sekaligus berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan instansi terkait agar kondisi benar-benar aman bagi masyarakat di sekitar lokasi kejadian," ujar Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Warga yang menemukan kondisi berpotensi membahayakan diminta segera menghubungi Call Center Polri 110 atau kantor kepolisian terdekat.
Sinergi Multi-Pihak Kunci Penanganan Insiden
Keberhasilan pengamanan situasi ini tidak lepas dari sinergi antara kepolisian, pihak perusahaan, pemadam kebakaran, dan masyarakat. Koordinasi yang berjalan cepat memastikan insiden kebocoran pipa gas tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebocoran pipa masih berlangsung. Sementara itu, aliran gas di lokasi kejadian telah dihentikan sementara demi keamanan warga sekitar hingga dinyatakan benar-benar aman.