PALEMBANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan mengoperasikan lima helikopter water bombing dalam penanganan karhutla di tiga kabupaten pada Jumat (25/9/2026). Pemadaman udara dipilih karena lokasi kebakaran berada di area yang tidak bisa dijangkau kendaraan darat.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman menyebut tiga helikopter dikerahkan khusus ke Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Area yang terbakar di kawasan itu diperkirakan mencapai 10-18 hektare.
"Pemadaman di Gelumbang dilakukan oleh tiga helikopter WB, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10-18 hektare. Dilakukan 87 kali WB di lokasi yang terbakar," kata Sudirman, Sabtu (26/9/2026).
Api di Gelumbang Sudah Membakar Berhari-hari
Lokasi kebakaran di Gelumbang telah terbakar selama beberapa hari sebelum operasi udara digelar. Meski helikopter telah melakukan 87 kali penyiraman, asap masih terlihat hingga akhir operasi.
"Hingga akhir pemadaman kondisinya masih berasap," tambah Sudirman.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Dua helikopter water bombing diterjunkan ke wilayah itu dengan luas lahan terbakar sekitar 8 hektare.
Dari luasan tersebut, sekitar 5 hektare dilaporkan sudah padam. Namun operasi di Pemulutan yang mencapai 66 kali water bombing belum sepenuhnya membebaskan lokasi dari asap.
"Di Pemulutan dilakukan 66 kali WB, namun hingga sore kondisinya masih berasap," ungkap Sudirman.
Helikopter Gelumbang Diperbantukan ke Banyuasin
Satu unit helikopter yang sebelumnya beroperasi di Gelumbang direposisi ke Muara Padang, Kabupaten Banyuasin. Helikopter tersebut melakukan 16 kali penyiraman dari udara.
Hingga operasi berakhir, lokasi di Muara Padang masih terpantau berasap. Penambahan titik pemadaman di Banyuasin membuat beban armada udara makin berat.
Dua Helikopter Maintenance, Satu Direposisi ke Lampung
Dari total delapan helikopter water bombing bantuan BNPB yang berada di Sumsel, tidak semuanya bisa dioperasikan. Dua unit sedang menjalani perawatan berkala.
Satu helikopter lainnya direposisi ke Lampung untuk membantu penanganan kebakaran di kawasan Way Kambas. Kondisi ini membuat BPBD Sumsel harus mengatur rotasi armada agar pemadaman di tiga kabupaten tetap berjalan.
"Dari delapan helikopter WB bantuan BNPB di Sumsel, dua di antaranya dilakukan maintenance dan satu lainnya sedang reposisi ke Lampung untuk membantu pemadaman di Way Kambas," jelas Sudirman.
BPBD Sumsel belum menyampaikan jadwal operasi udara berikutnya. Pemadaman darat dan pemantauan titik api di Muara Enim, Ogan Ilir, dan Banyuasin masih berlanjut selama cuaca kering.