PALEMBANG — Ketua MPR RI Ahmad Muzani secara resmi membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Sabtu (2/5/2026). Momentum pembukaan ini sengaja diselaraskan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional untuk mempertegas peran krusial literasi kebangsaan.
Acara tersebut dihadiri jajaran pejabat teras, mulai dari Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang, Anggota MPR RI Fraksi Gerindra Hj. Kartika Sandra Desi dan Ahmad Wazir Noviadi, hingga Walikota Palembang Ratu Dewa. Kehadiran para tokoh ini menandai dukungan penuh terhadap penguatan ideologi negara di kalangan pelajar.
Muzani menegaskan bahwa kemajuan pembangunan yang dirasakan masyarakat Palembang dan daerah lainnya merupakan buah dari proses pendidikan yang berkesinambungan. Sejak proklamasi, para pendiri bangsa telah meletakkan kecerdasan sebagai syarat mutlak kemerdekaan yang hakiki.
Dalam arahannya, Ahmad Muzani memaparkan lima poin krusial bagi generasi muda Sumsel. Ia meminta pelajar menjaga Pancasila, menghormati konstitusi, merawat persatuan, menjadi generasi digital yang berakhlak, serta berani bermimpi besar dengan langkah yang realistis.
"Tidak ada Indonesia tanpa Pancasila, dan tidak ada Pancasila tanpa Indonesia. Yang harus menjaga Pancasila adalah kita semua. Jadilah generasi digital yang berakhlak, yang mampu menggunakan teknologi untuk mempersatukan, bukan memecah belah," ujar Ahmad Muzani, Sabtu (2/5/2026).
Ia menekankan bahwa LCC bukan sekadar ajang adu ketangkasan menjawab soal. Kompetisi ini merupakan sarana internalisasi nilai-nilai luhur agar para siswa tumbuh menjadi pemimpin yang memiliki jangkar moral kebangsaan yang kuat di tengah gempuran arus informasi digital.
Muzani menyebut para peserta yang hadir merupakan duta bangsa yang memikul tanggung jawab besar. Pemahaman terhadap empat pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
"Saudara-saudara bukan hanya peserta, tetapi duta-duta bangsa yang harus mencintai negara, memahami konstitusi, dan menjaga nilai-nilai leluhur," tegas Muzani di hadapan para peserta dan guru pendamping.
Ketua MPR RI ini juga menaruh harapan besar agar perwakilan dari Sumatera Selatan mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional. Baginya, kemenangan sesungguhnya adalah lahirnya pemimpin masa depan yang mencintai tanah airnya dengan pemahaman konstitusi yang mendalam.
Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, memberikan apresiasi atas inisiatif MPR RI menggelar kegiatan ini di Bumi Sriwijaya. Menurutnya, penguatan nilai kebangsaan bagi pelajar adalah investasi jangka panjang untuk menjaga stabilitas dan persatuan di daerah.
"Kegiatan ini memiliki peran penting dalam menanamkan dan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan. Empat Pilar MPR RI merupakan landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Cik Ujang.
Ia berharap LCC melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat. Cik Ujang berpesan agar para siswa bertanding dengan sportivitas tinggi dan menjadikan ajang ini sebagai sarana memperluas wawasan.
Sebanyak 90 peserta dan 18 guru pendamping terlibat dalam kompetisi tingkat provinsi ini. Mereka berasal dari sembilan sekolah yang sebelumnya telah melewati proses seleksi ketat untuk mewakili daerah masing-masing di Sumatera Selatan.
Sekolah-sekolah tersebut adalah SMAN 4 Ogan Komering Ulu, SMAN Sumatera Selatan, SMA Ignatius Global School Palembang, SMAN 1 Gelumbang, dan SMKN 1 Prabumulih. Selain itu, ikut bertanding SMAN 1 Tebing Tinggi, SMAN 3 Prabumulih, SMAN Tugumulyo, serta SMAN 1 Tanah Abang.
Pemenang dari kompetisi tingkat provinsi ini nantinya akan mewakili Sumatera Selatan untuk berlaga di tingkat nasional di Jakarta. Proses seleksi ini diawasi langsung oleh tim juri daerah dan disaksikan oleh Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah.