PALEMBANG — Manajer Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyebut peningkatan ini dipicu oleh berdekatan dan bersambungnya tiga hari libur nasional. Masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk bepergian, bersilaturahmi, maupun berwisata menggunakan kereta api.
Periode libur panjang itu berlangsung pada 26 Mei hingga 2 Juni 2026, mencakup Hari Raya Idul Adha 1447 H, Hari Raya Waisak 2570 BE, dan Hari Lahir Pancasila. Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang tercatat sebanyak 39.599 orang.
Tiga Kereta dengan Lonjakan Tertinggi
Dari tiga layanan yang beroperasi, KA Rajabasa dengan relasi Kertapati–Tanjungkarang (PP) menjadi primadona. Total penumpang yang diangkut mencapai lebih dari 23 ribu orang dalam dua arah perjalanan.
Menyusul, KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau (PP) mengangkut lebih dari 13 ribu pelanggan. Sementara itu, KA Sindang Marga mencatat lebih dari 7 ribu penumpang selama periode yang sama.
Antisipasi Lonjakan: Tambahan Gerbong Ekonomi dan Eksekutif
KAI Divre III Palembang tidak tinggal diam. Untuk mengakomodasi lonjakan, perusahaan mengoperasikan delapan kereta ekonomi tambahan pada KA Rajabasa dan satu kereta eksekutif pada KA Sindang Marga.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan,” kata Aida Suryanti dalam keterangannya, Selasa.
Stasiun Kertapati Paling Padat, Disusul Lubuk Linggau
Stasiun Kertapati tercatat sebagai stasiun dengan volume penumpang tertinggi. Sebanyak 13.026 penumpang naik dan 13.443 penumpang turun di stasiun tersebut selama libur panjang.
Aktivitas tinggi juga terjadi di Stasiun Lubuk Linggau, Prabumulih, dan Lahat. KAI memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan tetap menjadi prioritas dengan melakukan inspeksi rutin sarana dan prasarana, pengawasan di titik rawan, serta berkolaborasi dengan TNI dan Polri.