Aksi 416 Buruh Sumsel Berlangsung Tertib, Gubernur Segera Surati Presiden

Penulis: Hafris Rasyid  •  Minggu, 03 Mei 2026 | 21:31:42 WIB
Ratusan buruh Sumatera Selatan melakukan aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional 2026 di Palembang.

PALEMBANG — Ratusan buruh yang tergabung dalam berbagai federasi serikat pekerja di Sumatera Selatan menunjukkan kedewasaan berdemokrasi saat memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Aksi yang dipusatkan di Kota Palembang tersebut berjalan aman di bawah pengawalan humanis personel Polda Sumsel, Jumat (1/5/2026).

Momentum tahunan ini tidak hanya diisi dengan orasi di jalanan, tetapi juga melalui forum dialog konstruktif bersama jajaran Forkopimda. Polda Sumsel memastikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari titik kumpul hingga penyampaian aspirasi di depan publik, berlangsung tanpa gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Gubernur Sumsel Janji Bawa Aspirasi Buruh ke Pusat

Dalam pertemuan di Graha Bina Praja, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menegaskan komitmennya untuk mengawal tuntutan para pekerja, terutama pascaputusan Mahkamah Konstitusi terkait klaster ketenagakerjaan. Ia berjanji akan segera menyurati pemerintah pusat dan DPR RI sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah.

“Kami akan menyiapkan surat resmi bersama DPRD Sumatera Selatan kepada Presiden, Kementerian Ketenagakerjaan, dan DPR RI. Bahkan kami minta perwakilan buruh ikut mengantarkan agar aspirasi ini tersampaikan secara langsung dan bertanggung jawab,” ujar Herman Deru.

Langkah konkret ini diambil untuk memastikan suara kaum buruh di Bumi Sriwijaya didengar oleh pengambil kebijakan di tingkat nasional. Herman Deru menilai sinergi antara pemerintah, legislatif, dan buruh menjadi kunci dalam menjaga iklim investasi serta kesejahteraan pekerja di daerah.

Dialog Strategis di Graha Bina Praja dan Gedung DPRD

Agenda May Day 2026 di Sumatera Selatan terbagi dalam dua sesi utama. Pertama, sarasehan dan rembuk buruh bersama pemerintah provinsi di Graha Bina Praja, kemudian dilanjutkan dengan aksi penyampaian pendapat menuju Gedung DPRD Sumsel oleh 416 peserta yang datang dari berbagai kabupaten dan kota.

Herman Deru memandang buruh bukan sekadar elemen penggerak ekonomi, melainkan mitra strategis dalam mengakselerasi pembangunan daerah. Ia memuji sikap tertib yang ditunjukkan para peserta aksi selama rangkaian kegiatan berlangsung dari pagi hingga sore hari.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh saudara-saudaraku para pekerja dan buruh di Sumatera Selatan yang telah hadir dengan tertib, damai, dan penuh tanggung jawab. Kita berkumpul bukan hanya memperingati May Day, tetapi memperkuat dialog dan mencari solusi terbaik bagi persoalan ketenagakerjaan,” tegasnya.

Polda Sumsel Pastikan Kondisi Kamtibmas Tetap Kondusif

Polda Sumatera Selatan mencatat tidak ada insiden menonjol selama peringatan hari buruh tersebut. Aparat kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif untuk memastikan hak berpendapat masyarakat tetap terjamin tanpa mengganggu aktivitas warga lainnya di pusat kota Palembang.

Pengamanan yang bersifat humanis ini menjadi faktor kunci cairnya suasana antara massa aksi dan petugas di lapangan. Para buruh membubarkan diri secara teratur setelah poin-poin aspirasi mereka diterima dan dicatat secara resmi oleh perwakilan pemerintah dan anggota DPRD Sumsel.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kini tengah mematangkan draf surat resmi yang akan dikirim ke Jakarta. Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menjembatani kepentingan regulasi nasional dengan kebutuhan riil para pekerja di daerah.

Reporter: Hafris Rasyid
Back to top