PALEMBANG — Tidak hanya sekadar tempat mengaji, rumah tahfidz di Palembang kini diarahkan menjadi garda depan pemberantasan buta aksara Al Quran. Wakil Wali Kota Prima Salam menegaskan komitmen Pemkot untuk memperbanyak titik rumah tahfidz hingga ke pelosok kelurahan.
"Rumah tahfidz akan terus dikembangkan hingga pelosok 107 kelurahan. Tujuannya agar kemampuan warga, terutama anak-anak usia sekolah, dalam membaca dan menulis ayat suci Al Quran semakin meningkat," kata Prima Salam di Palembang, Sabtu.
Pengembangan yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir ini akan dipercepat. Setiap kelurahan ditargetkan memiliki minimal dua rumah tahfidz agar program pengentasan buta aksara Al Quran bisa berjalan optimal di kota yang dikenal dengan julukan Palembang Darussalam itu.
"Melalui rumah tahfidz, saya berharap generasi mendatang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan umum, tetapi juga memiliki fondasi agama yang kuat untuk memperkuat keimanan kepada Allah SWT," ujar Wawako Prima Salam.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru turut mendorong pengembangan rumah tahfidz hingga ke desa-desa di 17 kabupaten/kota. Saat ini, sudah lebih dari seribu rumah tahfidz berdiri di provinsi tersebut, dan jumlah itu akan terus ditambah.
Menurut Herman Deru, rumah tahfidz tidak harus selalu berada di mushala atau masjid. Warga bisa memanfaatkan rumah tinggal atau bangunan lain di kawasan permukiman untuk dijadikan tempat belajar dan menghafal Al Quran.
"Dengan memanfaatkan semua potensi yang ada di sekitar kawasan permukiman penduduk menjadi rumah tahfidz, program pendidikan dan menghafal ayat-ayat suci Al Quran dapat berjalan optimal," kata Gubernur Herman Deru.
Pemkot Palembang masih menyusun peta kebutuhan rumah tahfidz di setiap kelurahan. Prioritas diberikan pada wilayah yang selama ini belum memiliki fasilitas serupa. Sosialisasi ke pengurus RT/RW dan tokoh agama juga akan diperkuat agar program ini mendapat dukungan warga secara langsung.