Cemburu Buta, Pria di Empat Lawang Tikam Sahabat yang Diduga Selingkuh dengan Istrinya Hingga Tewas

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 15:34:01 WIB
Idham ditangkap polisi setelah menikam sahabatnya hingga tewas di Empat Lawang.

EMPAT LAWANG — Peristiwa tragis itu terjadi di rumah pelaku di Desa Gunung Meraksa Lama, Kecamatan Pendopo, pada Kamis (28/5) dini hari. Idham yang sudah lama menaruh curiga akhirnya memancing korban untuk datang langsung ke rumahnya sebelum melancarkan aksinya.

Awal Mula: Percakapan di Facebook Messenger yang Memicu Kecurigaan

Kecurigaan Idham berawal dari komunikasi antara Agmi dan istrinya, Pipin Desmini, yang kerap terjadi melalui Facebook Messenger. Ia merasa ada yang tidak beres dengan intensitas obrolan mereka. Untuk membuktikan dugaan itu, Idham meminjam ponsel istrinya dan berusaha membuka riwayat percakapan dengan korban. Namun, usahanya gagal karena percakapan tersebut dilindungi PIN pengaman.

"Saat itu sang istri membantah dan mengaku tidak mengetahui PIN untuk membuka percakapan tersebut," ujar Kabag Ops Polres Empat Lawang Kompol Nusirwan kepada wartawan, Selasa (2/6).

Strategi Memancing: Panggilan Video dan Ungkapan Rindu

Alih-alih berhenti, Idham justru mengambil langkah lebih jauh. Ia menggunakan ponsel istrinya untuk menghubungi Agmi melalui WhatsApp. Ketika korban menelepon balik, Idham menyuruh istrinya mengangkat dan mendengarkan seluruh percakapan sambil berada di sampingnya. Dari situlah ia mendengar langsung Agmi mengaku rindu dan berniat datang ke rumahnya.

"Korban juga sempat melakukan video call dan pelaku menyuruh istrinya menjawab panggilan video tersebut dan memancing korban untuk datang ke rumah," jelas Nusirwan.

Mendengar hal itu, emosi Idham memuncak. Ia pun menyiapkan senjata tajam berupa pisau dan tombak untuk menyambut kedatangan sahabatnya itu.

Detik-Detik Pembunuhan: Serangan di Pintu Dapur

Tak lama kemudian, Agmi tiba di rumah Idham dan berusaha masuk melalui pintu dapur. Ia langsung disambut dengan serangan membabi buta. Korban sempat mencoba melawan dengan mengeluarkan senjata tajam miliknya, namun Idham lebih dulu menikamnya berkali-kali dengan pisau hingga Agmi tewas di tempat.

Setelah kejadian, Idham melarikan diri ke Kota Lubuklinggau. Namun, setelah polisi berkomunikasi dengan keluarganya untuk mencegah aksi balas dendam dari pihak korban, pelaku akhirnya memutuskan menyerahkan diri.

Pengakuan Pelaku: "Saya Puas Karena Tidak Ada Lagi Rasa Penasaran"

Di hadapan polisi, Idham mengakui perbuatannya dan mengaku menyesal karena telah membunuh teman dekatnya sendiri. Ia bercerita bahwa Agmi sering berkunjung ke rumahnya, bertamu hingga larut malam, bahkan beberapa kali menginap. Kedekatan itulah yang membuatnya semakin curiga.

"Saya mengakui jika membunuh itu salah, tidak sengaja saya melakukan itu. Tapi saya puas karena tidak ada lagi rasa penasaran," katanya.

Saat ini, Idham telah ditahan dan menjalani proses hukum. Polisi menjeratnya dengan Pasal 458 dan Pasal 459 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: ntvnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top