Inflasi Palembang Naik ke 2,53 Persen pada Mei 2026, Pemkot Optimalkan Strategi 4K untuk Jaga Harga Pangan

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 11:10:01 WIB
Inflasi Palembang naik menjadi 2,53 persen pada Mei 2026 akibat kenaikan harga bumbu dapur utama.

PALEMBANG — Lonjakan inflasi di Palembang pada Mei 2026 dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas bumbu dapur utama. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang menunjukkan tingkat inflasi tahunan mencapai 2,53 persen, naik signifikan dari posisi April 2026 yang sebesar 1,71 persen.

Asisten II Setda Kota Palembang Isnaini Madani menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai merah, bawang merah, dan tomat menjadi pemicu utama. "Peningkatan inflasi bulan Mei ini seiring dengan naiknya harga cabai merah, bawang merah, dan tomat," katanya di Lawang Jabo Pemko Palembang, Selasa (2/6/2026).

Faktor Global Ikut Mendorong Harga Pangan

Selain tingginya permintaan menjelang libur nasional dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), dinamika global juga ikut berperan. Kenaikan harga minyak mentah dunia sejak awal Maret 2026 memicu penyesuaian harga BBM non-subsidi yang berdampak pada biaya kemasan dan distribusi pangan.

Apa Itu Strategi 4K yang Diandalkan Pemkot Palembang?

Menghadapi tekanan inflasi ini, Pemkot Palembang melalui TPID mengoptimalkan strategi 4K. Strategi ini mencakup empat pilar utama: ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif kepada publik.

"Kita masih lakukan kerja sama antar-daerah untuk mencukupi ketersediaan pasokan dan mengadakan pasar murah," ungkap Isnaini. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan harga pangan tetap stabil di tingkat konsumen.

Pariwisata Palembang Juga Terkait dengan Stabilitas Harga

Dalam kesempatan yang sama, BPS juga merilis data pergerakan wisatawan nusantara ke Palembang. Sepanjang tiga bulan terakhir, jumlah perjalanan wisnus tercatat fluktuatif: 493.903 perjalanan pada Februari 2026, memuncak menjadi 640.640 perjalanan pada Maret, dan turun menjadi 529.423 perjalanan pada April 2026.

Menurut Isnaini, pengendalian inflasi memiliki korelasi langsung dengan kenyamanan sektor pariwisata. "Strategi pengendalian inflasi ini tidak hanya memastikan ketersediaan pangan bagi warga lokal, tetapi juga sangat menunjang terciptanya iklim pariwisata yang nyaman dan ramah kantong bagi para wisatawan," jelasnya.

Pemkot Palembang berkomitmen untuk terus memantau pergerakan harga dan memastikan pasokan bahan pokok tetap aman. Pasar murah dan operasi pasar akan terus digencarkan di titik-titik strategis kota.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: sumselsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top