MUARA ENIM — BPBD Kabupaten Muara Enim tidak hanya mengandalkan mobil damkar konvensional untuk menghadapi musim kemarau panjang tahun ini. Sebanyak 12 unit kendaraan roda dua dan tiga telah dimodifikasi menjadi motor pemadam api yang bisa menyemprotkan air ke titik-titik kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, mengatakan bahwa kendaraan ini dirancang untuk menjangkau area yang sulit dilalui kendaraan roda empat. "Motor penyemprot air tersebut disiapkan untuk pemadaman api kebakaran hutan dan lahan di daerah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat," katanya saat dihubungi dari Baturaja, Minggu.
Cara Kerja Motor Pemadam Api Buatan BPBD Muara Enim
Modifikasi dilakukan dengan menambahkan alat bernama pompa keong pada mesin kendaraan. Pompa ini digerakkan oleh mesin motor dan mampu menyedot air dari sungai atau mobil suplai damkar, lalu menyemprotkannya untuk memadamkan api.
Selain untuk lahan dan hutan, motor ini juga bisa digunakan untuk pemadaman kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk yang sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran. Langkah ini menjadi antisipasi krusial mengingat puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada periode Juli-Agustus 2026.
Status Siaga Darurat dan Perlengkapan Pendukung
Status siaga darurat karhutla telah ditetapkan berlaku selama 123 hari, dari 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Penetapan status tersebut, menurut Abdurrozieq, dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau.
Selain motor pemadam, BPBD Muara Enim juga menyiapkan peralatan pendukung lainnya. "Kami juga telah menyiapkan peralatan penanggulangan karhutla lainnya seperti 30 unit mesin pompa, 200 rol selang, mobil rescue, dan mobil tangki air," ujar Abdurrozieq.
Kesiapan peralatan ini diharapkan mampu mempercepat respons saat terjadi kebakaran, terutama di titik-titik rawan yang tersebar di wilayah Kabupaten Muara Enim.