SUMATERA SELATAN — Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi seperti solar dan minyak tanah, serta LPG 3 kg tabung melon, tidak akan berubah. "Untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan. Itu perintah Bapak Presiden," tegas Bahlil saat memberikan sambutan di Munas HIPMI.
Kebijakan ini kontras dengan langkah Pertamina Patra Niaga yang baru saja menaikkan harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax dan Pertamax Turbo. Kenaikan itu, menurut manajemen Pertamina, sudah dikoordinasikan dengan pemerintah dan mengacu pada evaluasi berkala harga keekonomian global serta nilai tukar rupiah.
Prinsip Pasal 33 UUD 1945 Jadi Acuan
Bahlil menjelaskan, keputusan mempertahankan harga energi bersubsidi bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan bagian dari amanat konstitusi. Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam nasional harus berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan hanya segelintir korporasi besar.
"Kami menyampaikan perintah Bapak Presiden kepada kami adalah bagaimana membuat arah kebijakan pengelolaan ekonomi negara berbasis sumber daya alam harus berorientasi pada kepentingan rakyat, kepentingan negara, dan merujuk pada napas Pasal 33 UUD 1945," urainya.
Sebagai langkah konkret, Kementerian ESDM kini tengah mengevaluasi skema Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sektor pertambangan. Ke depan, pembagian kuota produksi akan mewajibkan kolaborasi antara perusahaan besar dengan pengusaha skala menengah dan kecil. "Yang kaya tetap kita jaga, tapi juga harus menarik yang menengah sama kecil. Inilah esensi kolaborasi," kata Bahlil.
Momen Munas HIPMI: Dari Energi ke Program Makan Bergizi Gratis
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga meminta dukungan pelaku usaha untuk program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan latar belakang pribadinya yang pernah mengalami busung lapar, ia menilai program ini krusial untuk memutus rantai kemiskinan dan gizi buruk.
"Sekalipun MBG itu bagus, jangan dipelintir. Sebagai mantan anak orang susah yang pernah busung lapar, saya katakan bahwa program MBG ini program mulia. Kalau ada kekurangan, ya sama-sama kita sempurnakan, tidak usah saling menyalahkan," pungkas Bahlil.
Kepastian harga BBM subsidi yang tidak naik ini menjadi angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah di tengah tren kenaikan harga energi global. Namun, beban subsidi yang terus membengkak tetap menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk menjaga keseimbangan fiskal.