SUMATERA SELATAN — Ketegangan menjelang kick-off Piala Dunia 2026 di Mexico City kian memuncak. Bukan sekadar euforia sepak bola, laga pembuka di Stadion Azteca kini dibayangi aksi protes dari tiga kelompok berbeda: pemilik boks eksekutif, kolektif pencari orang hilang, dan serikat pekerja pendidikan. Mereka mengancam akan memboikot pertandingan yang mempertemukan tuan rumah Meksiko dengan Afrika Selatan itu.
Akar Masalah: Hak 99 Tahun yang Diabaikan FIFA
Persoalan utama berasal dari kebijakan FIFA yang mengambil alih kendali penuh operasional Stadion Azteca selama turnamen. Kebijakan ini membatasi penjualan kursi premium serta distribusi makanan dan minuman oleh pemilik boks. Padahal, para pemilik mengklaim memiliki hak penggunaan stadion selama 99 tahun tanpa batasan, termasuk untuk Piala Dunia 1970 dan 1986.
Roberto Ruano, perwakilan Asosiasi Pemilik Boks dan Kursi Tribune Meksiko, menyatakan kelompoknya siap bertindak tegas. "Mereka memaksa kami menerima dukungan yang ditawarkan CNTE. Jika tidak ada dialog pada Rabu atau Kamis, kami akan meminta dukungan dari rekan-rekan kami yang juga sedang melakukan protes," ujar Ruano. Lebih dari 15.000 kursi dari total kapasitas 87.000 penonton terdampak sengketa ini.
Aliansi Lintas Isu: dari Pencari Orang Hilang hingga Guru
Ancaman boikot tidak berhenti di pemilik boks. Kolektif pencari perempuan dan serikat guru nasional (CNTE) berencana bergabung dalam aksi serupa. Mereka membawa isu krisis orang hilang yang melanda Meksiko serta tuntutan kenaikan gaji dan reformasi sistem pensiun. Kombinasi protes ini menambah kompleksitas tantangan keamanan yang dihadapi FIFA dan panitia lokal.
Ruano mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mencoba mengantarkan makanan dan minuman ke stadion pada 10 Juni 2026 pukul 14.00 waktu setempat, tetapi ditolak. Ia menambahkan bahwa pengadilan telah memutuskan pihak pemilik boks benar, namun situasi di lapangan tetap tegang.
Keputusan Hukum vs Realita Operasional
Meski ada putusan pengadilan yang menguntungkan pemegang hak boks, FIFA sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda melunak. Stadion Azteca yang baru direnovasi total pada 1966 menjadi pusat sengketa. Tanpa dialog yang jelas pada Rabu atau Kamis, boikot massal oleh ribuan penggemar di laga pembuka bukan lagi sekadar ancaman.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang digelar di tiga negara: Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada. Namun, sebelum bola pertama bergulir, Mexico City justru harus menghadapi ujian diplomasi dan keamanan yang tidak biasa.