Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman di Palembang, Kamis (25/7), mengatakan pemantauan melalui aplikasi Sipongi Kementerian Kehutanan hingga pukul 05.00 WIB tidak mendeteksi satu pun hotspot di seluruh wilayah Sumsel. Hujan yang turun disebut telah membasahi lahan-lahan yang mulai mengering.
"Bahan bakaran alami seperti semak, ilalang, dedaunan kering, dan ranting menjadi lebih sulit terbakar karena kondisi lahan yang basah," ujar Sudirman.
Menurutnya, hujan juga membantu mengisi kembali cadangan air pada kanal, embung, dan lahan gambut. Hal ini dinilai dapat memperlambat proses pengeringan lahan apabila dalam beberapa hari ke depan tidak terjadi hujan.
Atmosfer Masih Mendukung Hujan, OMC Turut Berperan
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Siswanto menjelaskan, kondisi atmosfer saat ini masih mendukung terbentuknya hujan di Sumsel. Suhu muka laut yang relatif hangat di perairan sekitar Sumsel, kelembapan udara tinggi pada lapisan bawah hingga menengah, serta atmosfer yang labil memperbesar peluang terjadinya hujan ringan hingga sedang.
Selain faktor alam, operasi modifikasi cuaca (OMC) turut dioptimalkan untuk menyemai awan potensial hujan yang memenuhi kriteria operasional. "Massa udara dan awan dari wilayah sasaran terpantau bergerak secara umum ke arah barat laut. Sebagian awan yang berkembang di Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir berpotensi bergerak menuju Kota Palembang dan sekitarnya," kata Siswanto.
Musim Kemarau Belum Usai, Imbauan Larangan Bakar Lahan Ditegaskan
Meski situasi saat ini terkendali, BPBD Sumsel menekankan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Potensi karhutla, menurut Sudirman, masih bisa meningkat drastis apabila cuaca kembali panas dan lahan mulai mengering kembali.
"Kami tetap mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Potensi karhutla masih dapat muncul apabila cuaca kembali panas dan lahan mulai mengering," tegasnya.
Langkah ini menjadi krusial mengingat sebagian besar wilayah Sumsel memiliki lahan gambut yang rentan terbakar dan sulit dipadamkan jika api sudah membesar.