PALEMBANG — Empat personel TNI dari YonTP 948 dikerahkan untuk mempercepat pembangunan sumur bor di Mushola Al-Mufakat. Mereka bekerja bersama satu warga dan tiga orang tukang secara gotong royong. Pekerjaan tahap ini menyasar bagian vital sistem distribusi air, yakni dudukan tower tandon atau tetmon.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., menegaskan kualitas konstruksi tidak boleh dikorbankan demi kecepatan. “Kami terus mengoptimalkan setiap tahapan pekerjaan agar pembangunan sumur bor dapat selesai tepat waktu dengan hasil yang berkualitas,” ujarnya.
Pengecoran Dudukan Tower Jadi Prioritas
Pengecoran dudukan tower tandon menjadi prioritas karena struktur ini harus kuat menopang tandon air. Setelah pengecoran, personel langsung melakukan pengecatan untuk merapikan tampilan dan menyelesaikan tahapan konstruksi.
Setiap hari diawali apel pagi untuk mengecek kesiapan personel dan membagi tugas. Langkah ini memastikan pekerjaan berjalan terkoordinasi dan faktor keselamatan tetap diutamakan.
Fasilitas Air Bersih untuk Jamaah dan Warga
Pembangunan sumur bor di Mushola Al-Mufakat merupakan salah satu dari sembilan sasaran fisik TMMD Ke-129. Keberadaan fasilitas ini diharapkan memberikan kemudahan akses air bersih bagi masyarakat sekitar dan jamaah yang beribadah di mushola.
Satgas optimistis seluruh tahapan pembangunan rampung sesuai target. Setelah selesai, sumur bor tersebut diharapkan dapat digunakan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Program TMMD tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memastikan setiap sasaran berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Gotong royong antara TNI dan warga menjadi ciri utama program ini. (*)