PALEMBANG — Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina yang berlaku mulai 1 Agustus 2026 memunculkan disparitas harga cukup lebar antarwilayah. Di tengah kenaikan yang terjadi di sejumlah daerah, warga Sumatera Selatan masih bisa bernapas lega karena tarif Pertamax di provinsi ini tercatat Rp 16.300 per liter, lebih rendah dari rekor tertinggi nasional yang menyentuh Rp 16.650 per liter.
Kebijakan ini merupakan bagian dari mekanisme penyesuaian harga yang dilakukan Pertamina Patra Niaga secara berkala, dengan mempertimbangkan biaya distribusi dan ketentuan yang berlaku di masing-masing wilayah.
Pertamax di Sumsel Lebih Murah Rp 350 Dibanding Wilayah Termahal
Berdasarkan daftar resmi yang dirilis Pertamina, kelompok harga BBM nonsubsidi tertinggi di Indonesia tercatat di Provinsi Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Di lima provinsi ini, harga Pertamax dipatok Rp 16.650 per liter atau selisih Rp 350 lebih mahal dibandingkan Sumatera Selatan.
Adapun untuk produk Pertamax Turbo di Sumsel dijual Rp 18.700 per liter, sementara di wilayah termahal mencapai Rp 19.100 per liter. Untuk jenis solar, Pertamina Dex di Sumsel dibanderol Rp 21.650 per liter dan Dexlite Rp 20.150 per liter.
Harga BBM di Sumsel dan Wilayah Lainnya per 1 Agustus 2026
Berikut rincian harga BBM nonsubsidi Pertamina yang berlaku di Sumatera Selatan per 1 Agustus 2026:
- Pertamax Turbo: Rp 18.700 per liter
- Pertamax: Rp 16.300 per liter
- Pertamax di Pertashop: Rp 16.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp 21.650 per liter
- Dexlite: Rp 20.150 per liter
- Pertalite: Rp 10.000 per liter (subsidi pemerintah)
- Biosolar: Rp 6.800 per liter (subsidi pemerintah)
Harga yang sama dengan Sumsel juga berlaku di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, hingga beberapa wilayah Papua.
Mengapa Harga BBM di Jawa Paling Murah?
Kelompok harga terendah justru tercatat di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Di wilayah ini, Pertamax hanya dijual Rp 15.950 per liter, Pertamax Turbo Rp 18.300 per liter, dan Pertamax Green 95 Rp 16.600 per liter.
Perbedaan harga ini utamanya dipengaruhi oleh jarak distribusi dari kilang ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Wilayah yang lebih dekat dengan sumber pasokan atau memiliki infrastruktur distribusi lebih efisien otomatis mendapatkan harga lebih murah, sementara daerah terpencil atau kepulauan menanggung biaya logistik lebih tinggi.
Bagi masyarakat Sumsel, selisih harga ini berarti pengeluaran harian untuk bahan bakar kendaraan masih berada di kisaran menengah. Pertamina Patra Niaga menyebut penyesuaian harga akan dievaluasi secara berkala mengikuti tren harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.