OGAN ILIR — Tim pencarian gabungan memperluas radius penyisiran hingga 20 kilometer di aliran Sungai Ogan, Desa Rantau Alai, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir. Langkah ini ditempuh untuk menemukan dua korban yang masih hilang sejak tenggelam di lokasi tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir, Edi Rahmat, mengatakan perluasan dilakukan karena arus sungai cukup deras. "Pada siang ini tim pencarian gabungan sudah menyusuri aliran sungai sejauh 20 kilometer," ujarnya, Minggu (2/8/2026).
Korban Pertama Ditemukan 10 Meter dari Titik Awal Tenggelam
Korban pertama yang berhasil ditemukan adalah Ari Febriansyah, 18 tahun, warga Desa Sadahayu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Ia ditemukan sekitar pukul 00.00 WIB, tak jauh dari lokasi awal kejadian.
Jasad Ari ditemukan sekitar 10 meter dari titik tenggelam dalam keadaan sudah meninggal dunia. Penemuan ini menjadi titik terang bagi tim yang sebelumnya kesulitan memetakan posisi korban akibat arus sungai.
Identitas Korban: Tiga Pemuda dari Dua Daerah Berbeda
Berdasarkan data BPBD Ogan Ilir, terdapat tiga korban dalam insiden ini. Selain Ari, dua korban lainnya masih dalam proses pencarian.
- Rahman Udin, warga Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir, yang berdomisili di Jalan Sarjana, Timbangan, Indralaya Utara.
- Rizky Saputra, 22 tahun, warga Desa Sadahayu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
- Ari Febriansyah, 18 tahun, warga Desa Sadahayu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (ditemukan meninggal).
Penyelam Basarnas dan Perahu Karet Dikerahkan
Upaya pencarian melibatkan personel dari berbagai unsur. Tim Basarnas menurunkan penyelam untuk menyisiri dasar sungai, sementara BPBD mengerahkan perahu karet menyusuri permukaan aliran Sungai Ogan.
Edi menjelaskan, kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Titik tenggelam berada di aliran sungai yang memiliki kedalaman bervariasi dan arus yang tidak menentu, sehingga proses evakuasi berjalan perlahan.
Masyarakat setempat turut membantu dengan menggunakan perahu tradisional milik warga. Mereka menyisiri tepian sungai yang diduga menjadi titik berkumpulnya korban akibat arus yang membelok.
Pencarian Berlanjut hingga Batas Waktu yang Tidak Ditentukan
Tim gabungan belum memastikan kapan pencarian akan dihentikan. Seluruh personel masih berada di lokasi dan terus memperluas jangkauan penyisiran hingga ke hilir sungai.
Pihak keluarga korban telah diminta untuk bersabar dan menunggu perkembangan dari tim pencarian. BPBD Ogan Ilir juga berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memantau perkembangan arus sungai yang bisa berubah sewaktu-waktu.